4.907 Langkah, 3265 mdpl Menjemput Matahari Terbit

Cemoro Sewu – Jatim, ‎July ‎14, ‎2012, ‏‎‏‎8:44:38 PMUsai makan malam..

Kabut menyelimuti, sambutan awal disepanjang jalan. Sorot lampu dibalik kaca bening, lampu penerangan jalan dan hanya bisa mengikuti putihnya marka jalan menuju lokasi pendakian. Packing barang-barang sudah siap dari kami ber-enam. Lampu senter dipergelangan tangan, diikat dikepala, tas ransel dipunggung serta aksesoris keperluan masing-masing.

‎9:01:36 PM ­– Langkah pertama pendakian

Gelap gulita disekeliling kami, hanya sorot lampu ditangan yang terlihat jelas, formasi 2-2-2 mengawali langkah kami. Bau rumput basah penambah semangat, udara dingin tidak jadi penghalang. Langkah demi langkah tercatat dalam Pedometer-ku menuju puncak. Sunyi..sepi..hanya suara desir angin malam terdengar sayup kadang membesar lalu menghilang kemudian datang kembali..

Kerlap-kerlip  bintang-bintang tanpa bulan mengiringi perjalanan ini..cuaca cerah. Mulai terasa dingin merasuk ke lapisan pori-pori menuju Pos 1, ada yang ga beres dengan jari-jari kakiku..kaku dan sedikit nyeri, ah..kurang pemanasan nih.. main hajar aja sih. Belum sampai  1 jam perjalanan sudah keram, sambil menyeret satu kaki kanan ini paling tidak bisa sampai Pos 1 dulu untuk peregangan otot. Setibanya di Pos 1 langsung berbaring, kaku dan ga bisa digerakkan jari kaki kanan ini..ah payah dalam hatiku.Terus berbaring sambil menikmati lukisan langit hitam dengan cahaya-cahaya putih berkelipan, dihiasi galaxy putih abstrak..entah apa namanya.

‏‎9:52:54 PM – Saling mengawasi..

Ayo jalan lagi..biar hangat, seruku. Menuju Pos 2 yang agak jauh jarak tempuhnya, semakin senyap saja malam ini. Formasi mulai ada jarak..1-1-1-1-1-1 jalan setapak yang kian menyempit. Yang satu sudah tak terlihat di depan begitu juga yang dibelakang, aku tetap di tengah (Midfielder) dengan satu teman yang mendampingi. Saling mengawasi satu sama lain sesekali memanggil bergantian menandakan jarak yang tidak terlampau jauh. Suara angin kian terdengar jelas saja, dingin semakin menjadi pemicu kakunya tulang ini..benar saja kumat lagi terasa naik ke betis kali ini, keram lagi! Langsung duduk dan berbaring sambil dibantu teman untuk peregangan..kaki diatas telapak ditekuk kedepan, berharap benar-benar tidak cidera kali ini. Istirahat sebentar, agak enakkan lanjut lagi walau mulai begitu terasa di kedua kaki ini, um.. sudah mulai berumur saja tubuh ini, tidak bisa seperti dulu yang sering loncat-loncatan. Sampai juga di Pos 3, pasrah dulu bersandar di bebatuan, buka tas ambil cemilan..nikmat rasanya makan bersama-sama.” Kita ga usah istirahat lama-lama nanti badan keburu dingin lagi..” seru salah satu teman.

iPod Pedometer

11:59:00 PM – 3.828 Langkah kaki

‏‎12:46:54 AM – Pos 4, Dingin oh dingin..

“Kenalilah alam maka kamu akan mengenal siapa dirimu, dan bila kamu mengenal dirimu maka kamu akan mengenal juga Tuhan-mu.” Ini yang tertera pada selebaran kertas putih menempel di batang pohon. Tidak ada kata lain selain terus berjalan agar tetap hangat tubuh ini meskipun mulai tertatih menahan rasa tegang pada kaki. Menapaki jalan perlahan menaiki bebatuan dan tanah basah 75˚ sampai dengan 80˚. Kusorot samping kiri bebatuan terjal keatas, lalu kekanan batu terjal kebawah dengan pohon-pohon yang terlihat pucuknya. Wah..ini  jurang meski tak terlihat jelas, Keram lagi! Dapat kutahan kali ini dan harus terus berjalan, tak apa hanya perlahan. Sebisa mungkin tidak berhenti karena akan semakin menjadi rasa ini, untuk menhindari semakin kaku kaki.

‏‎2:27:54 AM – Api unggun, butuh kehangatan..

Butuh kehangatan.. sambil menikmati hangatnya kopi, api dan mie. Hmm..hangat menyelimuti sesekali terasa menggigil tubuhku. Lumayan lama istirahat kali ini di Pos terakhir, cerita sana sini untuk menghangatkan suasana kebersamaan.  Kuberdiri dari duduk, berjalan perlahan..dan ambruk sudah tubuh ini..keram yang membuatku benar-benar cidera kali ini. Paha keras dengan tonjolan diatas dengkul kanan..meringis sambil menggigil, dingin yang sangat! Dengan dibantu teman-teman agar dapat berjalan lagi..alhamdulillah bisa teratasi. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju puncak, kali ini jalan agak mendatar dan tidak terlalu terjal. Semangat untuk menyambut terbitnya matahari dari puncak Gunung Lawu.

4:37:08 AM – 4.907 Langkah kaki, 3265 DPL puncak Gunung Lawu

4:41:40 AM – Tidur sejenak..jangan sampai kesiangan

Tenda..dan tidur. ‏‎6:34:50 AM, langit mulai terlihat kemerahan di ufuk timur..bulan sabit dan bintang masih menunjukan keberadaannya, angin kencang, udara dingin di sini, 3256 DPL tertulis di tugu puncak. Sunrise! Kehangatan yang sesungguhnya.

7:37:08 AM – Cium yang abadi.. bunga Edelweiss

2 Responses

  1. waoo great experience😀
    asiknya naik gunung dan bertemu edelweiss :’)
    tarik napas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan disaksikan iringan awan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s