Terima kasih Baliku..

Jimbaran Nov 22, 2011 Breakfast

Bali, yang pada awalnya menjadi euforia-ku, yang pada awalnya memberiku semangat untuk memulai kembali. Tidak berubah memang saat awal dulu kita bertemu. Sistem yang sama kujumpai kembali, entah kapan akan berubah, karena sudah menjadi ‘budaya’ didalamnya, apapun sistem terbaiknya.

Bali, tidak seindah yang ada dalam pikiranku (untuk saat ini) entah karena tempatku berada dengan sistem yang ada atau karena jarak yang memisahkan dari kedua anakku, it’s ok karena awalnya adalah pilihanku untuk memutuskan kembali bergabung dengan sejuta asa.

Semua meng-ibu pada sistem sakarap’e dewek (money is talk), tidak dengan standart yang ada dan prosedur yang dibuat (ga’ jelas), tidak dengan sosialisasi lebih dulu terhadap apa yang akan diterapkan. Tidak semua orang akan terima termasuk aku yang tidak bisa lagi vokal seperti dulu jamannya naik atap Gedung Sate dan memblokir jalan se-Bandung raya yang berakibat lengsernya kepemimpinan di era itu (Reformasi Total). Jamannya sudah berbeda, Alhamdulillah masih bisa mengontrol diri sedikit tapi tidak menyurutkanku untuk berkata-kata disini (keep on writting, whatever..).

Bali, terbesit apa ini akhir tempatku berlabuh di pangkuan-mu kembali? Tidak! jawabanku saat ini atas faktor yang kusampaikan. Masih ada..dengan predikatku dimata yang lain masih layak untuk dipinang kembali atau bergabung dengan yang baru, ya beberapa tawaran yang harus kupertimbangkan. Sistem yang pernah kujumpai diluar dari ini bisa dikatakan dengan sistem yang berjalan sebagaimana mestinya tanpa pandang bulu (siapa dan apapun yang ada dipundaknya tetap satu nama dan kata), itu yang lebih dapat dihargai (hanya sebagai referensi).

Bali, awal kembali adrenalin dan inspirasiku bergairah. Dengan segala keterbatasanku untuk kembali belajar dari ‘maha guru’ yang memberikan segala ilmu, dengan sistem yang masih sama, itulah pekerjaan yang selalu berulang dilakukan, tidak dengan “one simple click button”, maka semuanya akan mendapatkan visualisasi yang sama. Lebih kepada program awal, bukan kecepatan awal lalu repot dibelakang hari karena harus mencari yang tercecer yang membuat ngos-ngosan dan hampir pingsan karena waktu yang mendesak yang berujung kepada merugi dari segala sisi (bisa dikatakan begitu).

Bali, tempatku mencari nafkah sementara tuk kembali menjadi batu loncatan (yang terpikir dibenakku saat ini) menjalin asa dengan idaman lain. Jenuh, galau, risau, gundah, gelisah, tidak fokus inilah rasa yang bercampur, entah apa sebabnya, mungkin karena jauh dari keluargaku salah satu faktor yang tidak bisa dipungkiri.

Uluwatu Nov 22, 2011 Makan siang telat

Bali, Mongkeeeyyyy..!! pertama kali terucap saat tiba di pintu gerbang Uluwatu Castle. sempat mengurungkan niat untuk masuk kedalam karena sieun..sambil mencari rombongan lain untuk ikut menuju lokasi. Berada di atas tebing tinggi sambil melihat ke dasar jurang yang jernih membiru. Indah..

Para mongkeys liar membaur bersama pengunjung sambil membidik sasaran, lengah sedikit barang kesayangan akan dirampas seakan tahu atau memang sudah terlatih.

Melupakan sejenak kegalauan ini menuruni anak tangga (30° sampai 60°=memompa jantung lebih cepat bekerja) yang entah berapa jumlahnya melewati stalakmit dan stalaktit yang basah. Pantai bening menghijau dibawah sana. Indah..

Bali, mendung sambil menikmati lifestyle browsing gratis, menepi  sebelah gapura Unud. Alhamdulillah kenyang dan juga ngantuk sambil tetap menulis, berbatang-batang seakan ga mau berhenti menemani jari jemari di atas QWERTY.

Telepon berdering tanpa kuhiraukan, maaf.. (ijin elektrik). I just wanna staying alone right now, I’ll call you back later. Satu hal lagi adalah cerminan dari prosedur yang sudah dibuat tapi tidak berjalan seakan peraturan dan prosedur yang dibuat hanya sebatas tempelan dinding semata yang semasa sekolah dulu disebut mading. Just one word, not fair! Ya, itulah yang mereka berlakukan atas prosedur yang sudah mereka buat dan disepakati bersama untuk kemudian diingkari bersama-sama dengan sembunyi-sembunyi (jawab dalam hati saja) dengan dalih tanpa alasan, not urgent. Tidak perlu form pengajuan segala (untuk mereka), apa yang menghilang beberapa jam saja harus mengisi form untuk diketahui dengan segala macam pertanyaan? Bercermin dulu saja! Lalu jawab dalam hati.

Bali, bak mesin pedeteksi bom yang mengelilingi kendaraan, sambil jelalatan entah ga ada kerjaan atau memang kehabisan akal (program-nya sudah expired karena masih trial dan ga sanggup beli yang original). Merasa jenggah melihatnya, seakan mematai. Just one paragraph, selesaikan dulu pekerjaan sendiri sudah sejauh mana? and just trust me, i can do what i have to do..selesai pada waktunya (yang sudah ada skedul target kata Microsoft Project).

Nusa Dua Nov 23, 2011 Tetap mendung, ngemil + susu coklat

Bali, adalah sama status dalam satu ruang lingkup pekerjaan, Mana surat resminya? Mana nota dinas resminya? Resmi sebagai apa dia? Inilah yang tidak ada dalam kamus sejauh ini. Semua blur/bokeh (bukan istilah fotografi dalam hal ini), hanya politik memperkeruh saja (hanya formalitas hitam yang menindih putih, cuma draft kebijakan lokal semata).

Sudah lama berkecimpung di ‘dunia’ ini, jangan samakan dengan yang lain yang mungkin tidak tahu, boleh dikatakan mengiming-imingi dengan keadaan (realisasi bisa dirasakan sendiri nanti). Mereka juga membaca dan menilai, seperti apa karakter orang apa dia hanya bisa bekerja, tanpa melihat team-nya? Apa dia hanya cuma sekedar bekerja tanpa bersosialisasi disekelilingnya? (tanpa diskusi karena mau menang sendiri, jawab dalam hati saja). Ya, maka bisa dilihat dan dilihat umpan balik terhadapnya sejauh mana mereka menghargai..(segan bukan takut), jadi terima itu untuk pekerjaan rumah sebagai bekal kelak. Kepala-lah yang harus dipegang (satu pintu katanya), tidak ada ‘ban serep’ dalam satu bagian, karena itu struktur formilnya (bukan rekayasa, yang terbaca resmi tidak menurut versi sendiri) yang demikian akan menjadi bias ketidak-fokusan dalam eksekusi.

Kuta Nov 24, 2011 Everyday is Sunday

Bali, daya tarik yang luar biasa, apalagi dapat berlibur sambil bekerja. Dapat uang, dapat ilmu, dapat menikmati budaya alamnya juga dada dan paha yang mulai kecoklatan disetiap mata memandang. Sambil menyelam minum arak Bali..kira-kira begitu (kebetulan belum pernah coba yang satu ini).

Di kecamatan inilah kami membangun karya nyata, yang mem-fasilitasi wisatawan lokal maupun internasioanal untuk berbisnis, berlibur, honeymoon, berbuat maksiat..maybe, ataupun hanya sekedar parkir kendaraan saja. Yang akan selalu terkenang jika someday nanti bertandang kembali, walaupun hanya lewat paling tidak bisa bercerita sama sebelah kita (sedikit pamer). Bangunan yang artistik dengan gaya dan konsep kontemporer menghormati regulasi, seni dan budaya Bali.

Bali, pekerjaan yang skedul, design dan pelaksanaannya selalu diiringi dengan revisi, RFI, SI dan realisasi yang harus dikebut akhir-akhir ini, bisa disiasati dengan sedikit lobi-lobi, semua bisa dikendali deh.. tetap Semangat!!

Bali, semua dapat bercerita (ini ceritaku, mana ceritamu?) karena itulah nanti yang dapat kita banggakan atas apa yang telah kita kerjakan mulai sarapan pagi hingga ketemu matahari terbit kembali. Disinilah, yang tadinya tidak suka fotografi tiba-tiba jadi suka jepret sana sini dengan teropongnya mengintip yang sedikit ‘terbuka’. Yang tadinya tidak suka berenang sibuk cari-cari papan dengan sirip dibawahnya, yang tadinya jarang melihat matahari sebentar-sebentar melihat jam mencari moment yang pas buat background foto disaat sunset. Yang tadinya sudah tidak pernah ‘minum’ jadi ikut-ikutan nenggak juga..ya, begitulah sekilas lifestyle anak pantai dadakan dengan kacamata gelapnya.

Bali, warna mata kita berbeda, sudut pandang kita berlainan koordinat dibatasi ruang dan waktu.. jadi memandang adalah hak ber-opini yang oke-oke saja kan?, itupun bila menerima kritik dengan lapang dada bukan sanjungan yang membusungkan dada..

Terima kasih Bali..untuk kesempatan ini..

Dreamland

Bali, tidak menghancurkan mimpi-mimpiku..

Judul pinjam lirik lagu Slank

6 Responses

  1. Aku tidak pernah mengira, dibalik diam dan kelembutanmu sobat, kamu memiliki sejuta bakat, goodluck friend. Lanjutkan perjuanganmu…

  2. haii,
    sohib wher are u going?tetap semangat ya sohib n thx dah sedikit membagi ilmu web…
    teruskan perjuangan mu sohib aq yakin pasti akan bisa dapat lebih sohib…satu kata dariku semangat…..

  3. SEMANGAT PAK D TEMPAT SANA…dapatkan peraturan yang layak [..] peraturan yang hak2na d hargai…….good luck….[..]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: