Steve Jobs, Pengagum Kesederhanaan dan Keindahan

Cerita sukses tak selalu bermula dari ide besar. Banyak sukses yang justru lahir dari gagasan sepele. Ada juga yang menangguk untung besar lantaran kelihaiannya mengadopsi dan meniru temuan orang lain. Tetapi tak sedikit juga yang meraih sukses karena keberaniannya menanggung risiko dan kreativitasnya dalam melakukan inovasi terhadap sesuatu yang sudah ada.

Keberanian mengambil risiko oleh para kreator dan inovator juga menjadi kisah tersendiri. Keberhasilan Apple menjadi salah satu contoh besarnya. Sang penemu, Steve Wozniak, sempat ditolak ketika mengajukannya ke Hewlett-Packard (HP). Ia kemudian menyodorkannya kepada Steve Jobs yang kemudian menjadi mitranya. Dengan modal uang dari hasil menjual mobil VW milik Wozniak dan kalkulator HP milik Jobs, mereka membiayai desain pertama Apple saat Jobs berusia 21 tahun dan Wozniak lima tahun lebih tua. Siapa sangka kalau kini Apple menjelma menjadi sebuah usaha besar di dunia.

Anda pasti mengenal produk Mac, iPod, dan yang terakhir iPhone. Ketiga produk itu adalah brand yang sangat terkenal dari perusahaan Apple Inc. Bahkan, Apple saat ini dianggap sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh dalam perkembangan teknologi dunia. Lantas, apa sebenarnya kunci sukses dari Apple dalam menciptakan inovasi teknologi tersebut?

Adalah sosok Steve Jobs, sang pendiri Apple lah yang memiliki visi jauh ke depan sehingga membuat Apple menjadi perusahaan yang sangat disegani hingga kini. Namun, jika menengok kisah Steve, kita sebenarnya bisa melihat betapa ia adalah sosok pengagum kesederhanaan dan keindahan. Inilah dua kunci dasar – selain visinya ke depan – yang membuat Apple berhasil mematahkan dominasi Microsoftnya Bill Gates.

Bagi Anda yang sudah akrab dengan beberapa produk Apple, pasti segera tahu betapa produk Apple sangat sederhana dan user friendly. Namun, meski sederhana, bentuknya sangat elegan. Inilah yang membuat Apple selalu punya penggemar fanatik. Tentu, hal ini tak bisa lepas dari sentuhan tangan dingin sang pendiri, Steve Jobs.

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 dari seorang ibu berkebangsaan Amerika, Joanne Carole Schieble, dan ayah berkebangsaan Syria, Abdulfattah “John” Jandali. Namun, saat dilahirkan, ia segera diadopsi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs. Sejak kecil, Jobs sudah menunjukkan ketertarikannya pada peranti elektronik. Bahkan, dia pernah menelepon William Hewlett – presiden Hewlett Packard – untuk meminta beberapa komponen elektronik untuk tugas sekolah. Hal itu justru membuatnya ditawari bekerja sambilan selama libur musim panas. Di Hewlett-Packard Company inilah ia bertemu dengan Steve Wozniak, yang jadi partnernya mendirikan Apple.

IQ-nya yang tinggi membuat Steve ikut kelas percepatan. Tapi, ia sering diskors gara-gara tingkahnya yang nakal – meledakkan mercon hingga melepas ular di kelas. Di usianya yang ke-17, ia kuliah di Reed College, Portland, Oregon. Namun, ia drop out setelah satu semester. Meski begitu, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi di universitas tersebut. Hal itulah yang membuatnya sangat mencintai keindahan.

Tahun 1974 ia kembali ke California. Ia bekerja di perusahaan game Atari bersama Steve Wozniak. Suatu ketika, Steve Jobs tertarik pada komputer desain Wozniak. Ia pun membujuk Wozniak untuk mendirikan perusahaan komputer. Dan, sejak itulah, tepatnya 1 April 1976, di usinya yang ke-21, Steve mendirikan Apple Computer. Singkat cerita, kisah sukses segera menjadi bagian hidupnya bersama Apple.

Namun, saat perusahaan itu berkembang, dewan direksi Apple justru memecat Steve karena dianggap terlalu ambisius. Sebuah pemecatan dari perusahaan yang didirikannya sendiri. Meski sempat merasa down, karena kecintaannya pada teknologi, ia pun segera bangkit. Steve mendirikan NeXT Computer. Tak lama, ia pun membeli perusahaan film animasi Pixar. Dari kedua perusahaan itulah namanya kembali berkibar. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang terjadi pada Apple. Perusahaan itu justru di ambang kebangkrutan.

Saat itulah, Steve kembali ke Apple, hasil dari akuisisi Apple terhadap NeXT. Banyak orang yang meramalkan Steve tak kan lagi mampu mengangkat Apple. Steve menanggapinya dengan dingin. “Saya yakin bahwa satu hal yang bisa membuat saya bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan. Kita harus mencari apa yang sebenarnya kita cintai. Dan adalah benar bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita. Pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mencapai kepuasan sejati adalah melakukan apa yang kita yakini,” sebut Steve.

Kecintaan inilah yang mengantarkan Steve kembali mengorbitkan Apple ke jajaran elit produsen alat teknologi papan atas. iPod dan iPhone saat ini menjadi produk yang sangat laris di pasaran. Visinya ke depan juga membuat iTunes, sukses jadi toko musik digital paling sukses di dunia. Ia menjawab keraguan orang dengan kerja nyata dan hasil gemilang. Bentuk indah, elegan, sederhana, namun powerful, menjadi ciri khas produk Apple hingga saat ini.

Kecintaan kita pada apa yang kita lakukan akan menjadi jalan kita menuju kesuksesan. Hal itulah yang dibuktikan oleh sosok Steve Jobs. Bahkan, meski ia sempat terpuruk dan “diusir” dari perusahaannya sendiri, kecintaannya pada teknologi membuatnya kembali. Inilah bukti nyata bahwa jika kita mencintai pekerjaan kita dengan sepenuh hati, hasil yang dicapai pun akan jauh lebih maksimal.

The Words of Steve Jobs

Kumpulan kutipan kalimat yang diucapkan Steve Jobs ini untuk mengenang seorang genius dan visioner di dunia teknologi. Apple telah menyatakan bahwa penemu sekaligus mantan CEO Steve Jobs telah meninggal. Salah satu cara untuk mengenangnya adalah dari kutipan-kutipan bijak, motivasi, mendalam, mencerahkan, pria 56 tahun ini dalam sejarah teknologi.

Berikut adalah kutipan-kutipan Steve Jobs tentang komputer, kehidupan dan kematian. Semoga ada yang dapat dipetik dan memberikan motivasi tersendiri.

  • “Kami tidak pernah khawatir soal angka. Di pasar, Apple selalu mencoba fokus kepada produk, karena produk benar-benar membuat perbedaan.[..] Kampanye melalui iklan memang bagus untuk kompetisi, iklan IBM memang di mana-mana, tapi Humas yang baik adalah yang mendidik orang-orang, Itu kuncinya. Anda tak bisa bergantung pada orang-orang di bisnis ini. Produklah yang berbicara.” -Wawancara Playboy, 1985-
  • “Ini adalah salah satu mantra saya-fokus dan kesederhanaan-. Sederhana dapat berarti lebih susah daripada rumit. Anda harus bekerja lebih keras untuk dapat berpikir jernih dan membuatnya sesuatu yang sederhana. Tapi itu harga yang pantas untuk dibayar pada akhirnya karena sekali anda berhasil, anda dapat memindahkan gunung.” -wawancara Businessweek, Mei 1998-
  • “Alasan paling menarik kenapa sebagian besar orang membeli komputer untuk rumah mereka adalah dapat menghubungkan dengan jaringan komunikasi nasional. Kami baru dalam tahap awal dari apa yang disebut sebuah terobosan yang luar biasa bagi kebanyakan orang-seperti halnya keajaiban penemuan telepon” -wawancara Playboy, 1985-
  • “Kami menjaga rahasia pernikahan kami lebih dari satu dekade,” jawab Job ketika ditanya Kara Swisher tentang “kesalahpahaman terbesar” dalam hubungan Job dan Bill Gates. (May 2007)
  • “Merupakan pekerjaan yang sulit untuk mendesain produk melalui sebuah grup. Menghabiskan banyak waktu, sementara orang-orang tidak akan mengetahui apa yang mereka inginkan sampai kamu menunjukkan pada mereka.” -wawancara BusinessWeek, Mei 1998-
  • “Merupakan pekerjaan yang sulit untuk mendesain produk melalui sebuah grup. Menghabiskan banyak waktu, sementara orang-orang tidak akan mengetahui apa yang mereka inginkan sampai kamu menunjukkan pada mereka.” -wawancara BusinessWeek, Mei 1998-
  • “Picaso pernah berujar: Seniman yang baik meniru, Seniman yang besar mencuri. Kami selalu tak punya malu untuk mencuri ide-ide besar. Saya rasa apa yang membuat Macintosh menjadi sebesar ini adalah karena orang-orang yang bekerja adalah musisi, pembaca puisi, seniman, ahli binatang dan sejarahwan yang juga menjadi ilmuwan komputer terbaik sedunia.” -1994-
  • “Anda tidak bisa menyambungkan titik-titik dengan melihat ke depan. Anda hanya bisa menyambungkan kalau melihat ke belakang. Jadi, Anda harus mempercayai titik-titik yang terkadang menyambungkan Anda dengan masa depan. Anda harus mempercayai sesuatu, kepentinganmu, takdir, kehidupan, karma, apa pun. Pendekatan ini tidak pernah menjatuhkanku, dan semuanya telah membuat perbedaan dalam hidupku.” -Pernyataan di Universitas Standford, Juni 2005-
  • “Kehidupan seksku sangat bagus akhir-akhir ini, Walt. Jadi, bagaimana denganmu?” respons Jobs terhadap pertanyaan Walt Mossberg tentang perasaan Jobs terhadap Google dan jika ia merasa “dikhianati”.

Jobs juga menambahkan: “Ehm, mereka memutuskan untuk berkompetisi dengan kami. Kami tidak ingin terlibat dalam bisnis mesin pencari.” (Juni 2010)

  • “Mengingat aku akan meninggal sesegara mungkin, adalah alat terpenting yang selalu membantuku untuk membuat pilihan-pilihan besar dalam hidup. Karena hampir semuanya – seluruh harapan orang-orang, seluruh kebanggaan, seluruh ketakutan dari dipermalukan atau kegagalan – adalah hal yang menjauhkan diri dari muka kematian. Tinggalkanlah hanya yang sangat penting di dunia ini.
  • ”Mengingat bahwa Anda semua akan mati, adalah cara terbaik yang saya ketahui untuk mencegah terjebak dalam berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda selalu telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti hatimu. Tetaplah lapar. Tetaplah konyol.” –Pernyataan di Universitas Standford, Juni 2005-
  • “Saya membaca sebuah kajian yang mengukur efisiensi dari daya penggerak aneka spesies yang ada di planet ini. Burung kondor menggunakan paling sedikit energi untuk bergerak per kilometernya. Manusia hadir dengan pergerakan yang sedikit mengesankan, karena hanya masuk urutan ketiga dalam daftar spesies efisien.
  • ”Itu tampaknya tidak terlalu bagus, hingga datang ilmuwan Amerika yang mempunyai pandangan untuk menguji efisiensi daya penggerak manusia dalam sebuah sepeda. Seorang manusia dalam sebuah sepeda yang dapat menyingkirkan efisiensi burung kondor.
  • ”Itulah arti komputer bagiku. Komputer adalah alat luar biasa yang pernah ada. Ini sejajar dengan sebuah sepeda dalam pikiran kita.” -wawancara untuk film dokumenter Memory dan Imaginasi, 1990-
  • “Model berbisnis saya adalah The Beatles. Mereka adalah empat orang yang saling menjaga kecenderungan sifat-sifat negatif antar anggotanya agar tetap dalam posisi seimbang.
  • ”Mereka saling menyeimbangkan, dan hasilnya jauh lebih besar ketimbang mereka berdiri sendiri. Itulah cara saya melihat bisnis. Sesuatu yang besar di dalam bisnis tak pernah dihasilkan dari satu orang. Mereka merupakan hasil dari sebuah tim, dari sekumpulan manusia.” -wawancara dengan 60 minutes-
Sumber: Berbagai sumber
Steve Jobs Biography:
‘It’s the Apple of His Eye’, ‘The Adventures of Steve Jobs’,’Eve Jobs’,’Apple Bites Back’,’The Adventures of Steve Jobs’ (download)

One Response

  1. Cara terbaik mengetahui Masa depan anda adalah dengan menciptakan masa depan itu sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: