“Light Up The World” Kuta Karnival 2011

..om swastiastu..

Kegiatan yang berawal dari tanggapan atas tindakan teroris yang telah menghancurkan pulau Bali dan komunitas internasional di tahun 2002 dimana setelah melakukan upacara pembersihan, mengheningkan diri atas tragedi tersebut  dan memberikan penghormatan kepada mereka yang menjadi korban dalam tragedi dunia tersebut, dilaksanakanlah Kuta Karnival® pertama untuk menunjukkan suatu langkah maju meninggalkan semua kejadian tersebut dibelakang dan melihat masa depan yang menjanjikan bagi masyarakat Bali dan industri pariwisata dengan membangun kembali citra pulau Bali.

Dengan landasan awal tema kegiatan bertajuk “A Celebration of Life” yang kemudian berkembang menjadi berbagai tema yang membawa spirit kebersamaan antar manusia, alam lingkungan dan sang pencipta mulculah berbagai tema tahunan seperti ”Summer of Fun” untuk Kuta Karnival® 2005 , “Unity in Diversity” untuk Kuta Karnival 2006, dan “Shanti, Shanti, Shanti” untuk 2007.

“Heal The World” Kuta Karnival 2011

“Kuta Karnival IV” Dibuka Pagi Ini

Minggu (17/9) pagi ini, Menbudpar Jero Wacik dijadwalkan membuka “Kuta Karnival IV” — sebuah perhelatan akbar berskala internasional yang memadukan aktivitas olah raga, kesenian tradisional Bali dan modern-kontemporer. Tujuan penyelenggaraan event ini memang mulia, berupaya memulihkan kembali kondisi dan citra positif kepariwisataan Bali.

Sayang, hingga penyelenggaraannya memasuki tahun keempat ini, Kuta Karnival (KK) tak pernah bisa menghindar dari kendala keterbatasan dana. Hal ini diakui Ketua Umum Panitia “Kuta Karnival IV” I Made Supatra Karang kepada Bali Post di Kuta, Sabtu (16/9) kemarin.

Sah-sah saja jika Supatra Karang dan rekan-rekannya yang tergabung dalam Kuta Small Bussines Association (KSBA) yang menggagas event ini memendam tanda tanya terkait kebersinambungan KK di masa datang. Pasalnya, untuk menggelar kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari ini diperlukan dana bermilyar-milyar rupiah. Sementara kondisi keuangan para pengusaha di Kuta tengah morat-marit lantaran kondisi “kesehatan” destinasi wisata Kuta ini belum juga membaik.

Di pihak lain, dukungan dana dari pemerintah belum seperti yang diharapkan. “Pemprop Bali dan Pemkab Badung memang sudah mengucurkan dana masing-masing Rp 100 juta untuk mendukung KK. Sedangkan dukungan dana Rp 500 juta dari pemerintah pusat yang dikemas dalam bentuk Bali Recovery hingga kini belum ada kepastian kapan cairnya,” keluhnya seraya menambahkan guna menggelar KK IV ini paling sedikit diperlukan dana Rp 2 milyar.

Berdasarkan pantauan Bali Post Sabtu kemarin, pihak panitia terkesan sudah siap menggelar event akbar yang diprediksi mampu menyedot kehadiran masyarakat lokal, wisatawan domestik maupun mancanegara ini. Bahkan, ada sejumlah kegiatan yang pelaksanaannya mendahului upacara pembukaan yang baru dilangsungkan pagi ini. Kegiatan itu di antaranya, Beach Soccer Competion, Sand Playground & Competion, Sunset Dance, Music Festival, dan BIMA Media Competition. Secara keseluruhan, jumlah kegiatan yang memeriahkan KK IV ini mencapai 22 jenis kegiatan dalam bentuk atraksi olah raga, pergelaran kesenian tradisional dan kesenian modern. (ian)

Sumber: Denpasar (Bali Post)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: